~ ~
Pencarian Tugas Akhir :
.: Menu :.
   
.: Tugas Akhir Tiap Fakultas :.
   

“Studi Tentang Pengangkatan Sita Jaminan Dalam Pemeriksaan Sengketa Perdata di Pengadilan Negeri Surakarta”(817)
(E 0001182)
Hukum Acara


ABSTRAK

 

 

            MAYANG MARKAMAH. E 0001182. “Studi Tentang Pengangkatan Sita Jaminan Dalam Pemeriksaan Sengketa Perdata di Pengadilan Negeri Surakarta”, Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2005

 

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur dari pengangkatan sita jaminan di Pengadilan Negeri Surakarta, pertimbangan hakim untuk mengangkat sita jaminan di Pengadilan Negeri Surakarta, serta problematika yang timbul dalam pelaksanaan pengangkatan sita jaminan di Pengadilan Negeri Surakarta.

            Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk memberikan data yang seteliti mungkin tentang manusia, keadaan, atau gejala-gejala lainnya. Jenis data yang dipergunakan adalah data primer dan data sekunder, sedangkan yang menjadi sumber data adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Untuk memperoleh data yang lengkap, maka pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, studi lapangan, dan wawancara yang kemudian data tersebut dianalisis.

            Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prosedur pengangkatan sita jaminan di Pengadilan Negeri Surakarta yaitu, pertama pihak yang tersita mengajukan surat permohonan pengangkatan sita jaminan ke Pengadilan Negeri Surakarta, setelah itu pihak Pengadilan Negeri Surakarta segera memberikan surat resmi ke Badan Pertanahan Nasional supaya hak milik tersita dicabut atau diangkat sita jaminannya, selanjutnya pihak Badan Pertanahan Nasional segera mencoret sita jaminan milik tersita, lalu memberitahukan ke  Pengadilan Negeri Surakarta bahwa proses pengangkatan sita telah selesai, kemudian pihak Pengadilan Negeri Surakarta segera mengirimkan tembusannya ke Lurah / Kepala Desa, pihak tersita / pemohon. Untuk biaya pengangkatan sita ditanggung oleh pemohon pengangkatan sita jaminan. Adapun yang menjadi pertimbangan hakim ada beberapa hal, yaitu : pengangkatan sita jaminan berdasarkan penolakan gugat, berdasarkan penggugat tidak dapat membuktikan bahwa obyek sita jaminan adalah benar milik tergugat, dan berdasarkan derden verzet. Untuk problematika yang timbul dalam pelaksanaan pengangkatan sita jaminan tidak mempunyai hambatan yang berarti yang dapat mengganggu jalannya pelaksanaan pengangkatan sita jaminan, hanya saja bahwa pihak tersita harus tetap mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri setempat agar sita jaminan tersebut diangkat dan yang mungkin masih sedikit mengganjal adalah tentang siapa pihak yang harus membayar biaya pengangkatan sita jaminan. Karena pihak tersita sebenarnya adalah pihak yang dirugikan, dan masih pula menanggung biaya pengangkatan sita jaminan tersebut.

Kembali 

Copyright © 2006