~ ~
Pencarian Tugas Akhir :
.: Menu :.
   
.: Tugas Akhir Tiap Fakultas :.
   

TINJAUAN YURIDIS STATUS KEWARGANEGARAAN KETURUNAN TIONGHOA (Studi Komparasi Undang-Undang Nomor 62 Tahun 1958 Tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia) (9)
(E 0003120)
Hukum Tata Negara


ABSTRAK

 

CHAMID GHOZALI M.NUR, E 0003120, TINJAUAN YURIDIS STATUS KEWARGANEGARAAN KETURUNAN TIONGHOA (STUDI KOMPARASI UNDANG-UNDANG NOMOR 62 TAHUN 1958 TENTANG KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA), Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta Penulisan Hukum (Skripsi) 2007

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status kewarganegaraan keturunan Tionghoa menurut Undang-Undang Nomor 62 Tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia dan mengetahui kelemahan-kelemhan dari kedua undang-undang tersebut.

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dan apabila dilihat dari tujuannya termasuk penelitian hukum normatif atau pemelitian doctrinal. Lokasi penelitian di perpustakaan denagn melakukan studi kepustakaan. Jenis data yang dipergunakan adalah data sekunder. Teknik pengumpulan dat yang dipergunakan yaitu teknik Penelitian Kepustakaan. Analisis data menggunakan analisis kualitatif.

Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa status kewarganegaraan keturunan Tionghoa menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 lebih mengikuti perkembangan jaman dibandingkan menurut Undang-Undang Nomor 62 Tahun 1958, dari administrasi kewarganegaraannya tidak lagi ada diskriminasi dan tidak perlu lagi melakukan naturalisasi bagi warga keturunan Tionghoa agar diakui sebagai warga negara Indonesia dengan ketentuan asal mereka lahir di Indonesia dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 mencoba menjawab kelemahan yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 62 Tahun 1958, namun undang-undang ini pun memiliki kelemahan-kelemahan dan perlu dilakukan perubahan.

Implikasi teoritis penelitian ini adalah memberikan sumbangan penelitian bagi pengembangan ilmu hukum khususnya Hukum Tata Negara  khususnya Hukum Kewarganegaraan  mengenai status kewarganegaraan Tionghoa, sedangkan implikasi praktisnya adalh hasil penelitian ini dapat memberikan masukan dan tambahan pengetahuan bagi para pihak yang terkait dan untuk penelitian lebih lanjut.    

Kembali 

Copyright © 2006