~ ~
Pencarian Tugas Akhir :
.: Menu :.
   
.: Tugas Akhir Tiap Fakultas :.
   

ANALISIS TENTANG PEMERIKSAAN SIDIK JARI DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA (Studi Kasus di Kepolisian Kota Besar Surakarta)(388)
(E 0003200)
Hukum Acara


ABSTRAK

 

Isrudatin Atus Nugraheni, 2008. ANALISIS TENTANG PEMERIKSAAN SIDIK JARI DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA (Studi Kasus di Kepolisian Kota Besar Surakarta). Fakultas Hukum UNS.

 

Penelitian ini mengkaji dan menjawab permasalahan mengenai tata cara pemeriksaan sidik jari dalam penyidikan tindak pidana, peran pemeriksaan sidik jari dalam penyidikan tindak pidana, serta hambatan yang timbul pada pemeriksaan sidik jari dalam penyidikan tindak pidana.

Penelitian ini termasuk jenis penelitian empiris yang bersifat deskriptif. Lokasi penelitian yaitu di Kepolisian Kota Besar Surakarta. Data yang digunakan meliputi data primer dan data skunder. Data primer merupakan data utama penelitian ini, sedangkan data skunder digunakan sebagai pendukung data primer. Data primer merupakan data yang diperoleh dan dikumpulkan secara langsung dari sumber pertama berdasarkan pada field research (penelitian lapangan), yaitu berupa hasil wawancara. Data skunder diperoleh dari bahan pustaka, dokumen-dokumen, tulisan-tulisan ilmiah, dan literatur yang mendukung.

 Data dikumpulkan dengan teknik wawancara terstruktur dan studi kepustakaan Wawancara dilakukan secara mendalam (in depth interviewing).   Untuk mengumpulkan data skunder digunakan teknik mencatat dokumen. Teknik analisis yang digunakan bersifat kualitatif. Model analisis data yang digunakan yaitu analisis interaktif.

Tata cara pemeriksaan sidik jari dalam penyidikan tindak pidana yaitu dimulai dari persiapan yang meliputi mempersiapkan personel, kemudian datang di TKP meliputi tindakan awal di TKP, pencarian sidik jari latent, pengembangan sidik jari latent, pemotretan sidik jari latent, pengangkatan sidik jari latent, pemeriksaan sidik jari orang yang dicurigai, dan pemeriksaan perbandingan persamaan sidik jari. Peran pemeriksaan sidik jari dalam penyidikan tindak pidana yaitu sebagai alat bukti, sebagai sarana identifikasi, dan merupakan ciri-ciri manusia. Hambatan yang timbul dalam pemeriksaan sidik jari yaitu kondisi TKP yang dapat berubah atau rusak sewaktu-waktu yang disebabkan karena faktor manusia maupun faktor alam, peralatan yang digunakan untuk pemeriksaan sidik jari masih sederhana, dan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap arsip sidik jari.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kembali 

Copyright © 2006