~ ~
Pencarian Tugas Akhir :
.: Menu :.
   
.: Tugas Akhir Tiap Fakultas :.
   

PELAKSANAAN REKONSTRUKSI DALAM PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (Studi Kasus di Poltabes Surakarta) (359)
(E 1103166)
Hukum Tata Negara


ABSTRAK

 

TRAH WAHYU HIMAWAN, 2008. PELAKSANAAN REKONSTRUKSI DALAM PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (STUDI KASUS DI POLTABES SURAKARTA) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulisan Hukum (Skripsi).

Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai Pelaksanaan Rekonstruksi dalam Proses Penyidikan Tindak Pidana Pembunuhan serta hambatan-hambatan yang dihadapi pinyidik. Sehingga dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan pengetahuan tentang rekonstruksi.

Penelitian ini mengkaji dan menjawab tentang bagaimana pelaksanaan rekonstruksi dalam proses penyidikan tindak pidana pembunuhan dan hanbatan-hambatan pelaksanaannya. Pelaksanaan rekonstruksi ini telah sesuai dengan peraturan yang mengaturnya, seperti KUHP dan Juklak dan Juknis Markas Besar Polisi Republik Indonesia.

Penelitian ini merupakan penelitian Empirik  yaitu penelitian yang mengkaji hukum dalam realitas atau kenyataan didalam masyarakat dan bersifat deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan secara lengkap dan sistematis keadaan obyek yang diteliti. Lokasi penelitian di bagian Reserse Kriminal Poltabes Surakarta. Jenis data yang dipergunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu wawancara dan studi dokumen baik berupa buku-buku, peraturan perundang-undangan, dokumen-dokumen, dan sebagainya.

Hasil penelitian ini menjelaskan tentang

1.      Pelaksanaan rekonstruksi dalam proses penyidikan tindak pidana pembunuhan

2.      Hambatan-hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan rekonstruksi di lapangan

Penyidikan adalah Implikasi teoritis penelitian ini adalah adanya gambaran tentang proses pelaksanaan rekonstruksi dalam proses penyidikan tindak pidana pembunuhan Jl blewah III Rt 02 Rw 07 Kal Karangasem kec Laweyan Surakarta. Dengan tersangka Rifki Bambang Sulistyo, Candra Sutrino, Ari Nur Rahman, dan Agus Prianto dengan korban Nyo Siok Hoo

 

Kembali 

Copyright © 2006