~ ~
Pencarian Tugas Akhir :
.: Menu :.
   
.: Tugas Akhir Tiap Fakultas :.
   

PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PEMBERIAN PEMBIAYAAN BAGI HASIL MUDHARABAH MENURUT UU No. 10 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN UU No. 7 TAHUN 1992 TENTANG PERBANKAN DI BANK MUAMALAT SURAKARTA (296)
ANUGERAH PUTRI ASTRI SWASTIKA(E0004093)
Hukum dan Masyarakat


ABSTRAK

 

 

ANUGERAH PUTRI ASTRI SWASTIKA, E0004093, 2008. PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PEMBERIAN PEMBIAYAAN BAGI HASIL MUDHARABAH  MENURUT UU No. 10 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN  UU No. 7 TAHUN 1992 TENTANG PERBANKAN  DI BANK MUAMALAT SURAKARTA. Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.

 

Penelitian ini mengkaji dan menjawab permasalahan mengenai pelaksanaan prinsip kehati-hatian dalam pembiayaan bagi hasil mudharabah di Bank Muamalat cabang Surakarta dan mengetahui bagaimana penyelesaian wanprestasi dari pihak debitur dalam perjanjian pembiayaan bagi hasil mudharabah di Bank Muamalat cabang Surakarta.

            Penelitian ini termasuk jenis penelitian empirik yang bersifat deskriptif. Data penelitian ini meliputi data primer dan sekunder. Data primer merupakan data utama dalam penelitian ini. Sedangkan data sekunder digunakan sebagai pendukung dari data primer. Tekhnik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan studi lapangan dan juga studi kepustakaan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data lualitatif dengan model interaktif. Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Muamalat cabang Surakarta.

            Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, penulis dapat menyimpulkan bahwa Bank Muamalat cabang Surakarta telah melaksanakan Prinsip Kehati-Hatian yang ditetapkan dalam UU No. 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan UU No. 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan dalam melakukan salah satu kegiatan usahanya yang berbentuk pembiayaan bagi hasil mudharabah. Hal ini diketahui dengan melihat adanya kebijakan-kebijakan yang diterapkan dalam proses  pembiayaan bagi hasil mudharabah di Bank Muamalat cabang Surakarta yang bertujuan untuk mengetahui kesanggupan nasabah dalam pembayaran pembiayaan dan kebijakan dalam penilaian jaminan. Bank Muamalat cabang Surakarta sangat berhati-hati dalam menyeleksi permohonan pembiayaan bagi hasil mudharabah baik ketika proses pengajuan permohonan pembiayaan bagi hasil mudharabah sampai pelaksanaan pembiayaan bagi hasil mudharabah yaitu dengan adanya pengawasan pelaksanaan usaha pembiayaan. Dalam penyelesaian wanprestasi nasabah, Bank Muamalat melakukan pendekatan secara lisan yang kemudian dilanjutkan dengan Surat Peringatan dan terakhir adalah sita jaminan.

            Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dan evaluasi bagi Bank Muamalat cabang Surakarta dan Pemerintah dalam hal pelaksanaan Prinsip kehati-Hatian oleh bank dalam melakukan kegiatan usahanya yang berupa pemberian kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah sehingga akan diperoleh hasil yang maksimal dan mengurangi timbulnya wanprestasi dalam kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.

 

 

Kembali 

Copyright © 2006