~ ~
Pencarian Tugas Akhir :
.: Menu :.
   
.: Tugas Akhir Tiap Fakultas :.
   

PROSES PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2004 (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI JAKARTA SELATAN)(113)
(E 1103065)
Hukum Pidana


ABSTRAK

 

ENNISA DYAH YANULIN. E 1103065. PROSES PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2004 (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI JAKARTA SELATAN). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta Penulisan Hukum (Skripsi) 2007.

Penelitian ini bertujuan mendapatkan keterangan yang jelas mengenai penanganan kasus tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, untuk mengetahui proses pembuktian tindak pidana kekerasan terhadap rumah tangga di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam proses pembuktian tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga.

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif. Lokasi penelitian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Jenis data yang dipergunakan meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu melalui wawancara, Putusan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dan penelitian kepustakaan baik berupa buku-buku, peraturan perundang-undangan, dokumen-dokumen, dan sebagainya. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif.

Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa proses pembuktian terhadap tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dimulai dari surat dakwaan, surat tuntutan, dan petikan putusan. Sedangkan untuk kendala-kendala yang dihadapi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam proses pembuktian terhadap tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga adalah sedangkan mengenai hambatan dalam penanganan perkara kekerasan dalam rumah tangga, pada dasarnya majelis hakim tidak menemui hambatan, yang menjadi hambatan paling besar ada dalam diri korban. Adapun hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku telah sesuai dengan Undang-Undang nomor 23 tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, hanya saja hakim masih menilai bahwa perkara kekerasan dalam rumah tangga pada dasarnya adalah masalah intern keluarga, sehingga hakim menjatuhkan hukuman yang ringan bagi terdakwa serta belum adanya petunjuk teknis pelaksanaan

Kembali 

Copyright © 2006