~ ~
Pencarian Tugas Akhir :
.: Menu :.
   
.: Tugas Akhir Tiap Fakultas :.
   

PERANAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT TERHADAP KORBAN DALAM PENYELESAIAN PERKARA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA SEBAGAI PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2004 DI SRAGEN ( Studi Kasus Penanganan Korban KDRT Oleh APPS Sragen ). (103)
(E 0002194)
Hukum Pidana


ABSTRAK

 

MUH. DENY PRASETYO U. E 0002194. PERANAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT TERHADAP KORBAN DALAM PENYELESAIAN PERKARA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA SEBAGAI PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2004 DI SRAGEN ( Studi Kasus Penanganan Korban KDRT Oleh APPS Sragen ). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulisan Hukum ( Skripsi ). 2006.

               Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis- jenis kasus kekerasan dalam rumah tangga yang pernah didampingi dalam penyelesaiannya oleh APPS Sragen dan peranan APPS terhadap korban dalam penyelesaian perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan adanya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004, serta untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi APPS dalam pendampingan tersebut serta upaya untuk mengatasinya.

               Penelitian ini merupakan penelitian hukum sosiologis atau empiris yang berusaha menemukan gejala dan fakta tentang proses pendampingan korban kekerasan oleh APPS Sragen. Lokasi penelitian di APPS Sragen. Pemilihan lokasi ini berdasarkan pertimbangan bahwa APPS sering melakukan pendampingan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga di Sragen. Tehnik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penulisan hukum ini yaitu melalui wawancara terstruktur dengan Koordinator APPS dan staff yang ditunjuk dan dengan studi kepustakaan baik yang berupa buku-buku, peraturan perundang-undangan, dokumen-dokumen, dan sebagainya. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dengan metode interaktif.

               Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa jenis-jenis kasus kekerasan dalam rumah tangga yang pernah didampingi penyelesaiannya oleh APPS Sragen, berupa kekerasan secara fisik, kekerasan secara psykis, kekerasan secara seksual, dan penelantaran ekonomi. Peranan yang dilakukan oleh APPS Sragen dalam melakukan pendampingan terhadap korban kekerasan melalui tiga tahap intervensi, tahap awal yaitu konseling antara APPS dengan korban kekerasan, tahap kedua melakukan pendampingan hukum apabila perkara sudah diproses secara hukum, dan tahap akhir yaitu pemulihan korban kekerasan baik secara medis, psikologis, dan ekonomi. Dalam melakukan pendampingan tersebut APPS benyak menemui berbagai kendala, diantaranya adalah kurangnya pemahaman dari korban bahwa hak-haknya sebagai perempuan juga merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia ( HAM ), adanya keterbatasan suber daya manusia dan dana yang dimiliki oleh APPS, adanya ancaman dari pelaku atau keluarga pelaku kekerasan yang ditujukan kepada APPS, serta kurangnya sosialisasi Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dikalangan aparat penegak hukum. Adapun usaha-usaha untuk mengatasi kendala-kendala yang timbul yaitu dengan melakukan sosialisasi kepada semua lapisan masyarakat, melakukan kerjasama dengan aparat kepolisian, menjalin kerjasama dengan LSM-LSM lain, serta mengajukan sebuah RAPERDA tentang Penanganan Korban Kekerasan Dalam Rumah  Tangga kepada DPRD setempat.

            Implikasi teoritis penelitian ini adalah adanya tiga langkah intervensi yang dilakukan oleh APPS dalam melakukan pendampingan korban kekerasan dalam rumah tangga, yaitu konseling, pendampingan hukum, dan pemulihan korban, sedangkan implikasi praktisnya adalah hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu dan memberikan masukan bagi APPS dalam pendampingan korban kekerasan.

Kembali 

Copyright © 2006