~ ~
Pencarian Tugas Akhir :
.: Menu :.
   
.: Tugas Akhir Tiap Fakultas :.
   

STUDI TENTANG PELAKSANAAN PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA KESUSILAAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA (47)
(E 0003272)
Hukum Pidana


ABSTRAK

 

RATNA KURNIASARI, E 0003272, STUDI TENTANG PELAKSANAAN PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA KESUSILAAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA. Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulisan Hukum (Skripsi). 2007.

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembuktian tindak pidana kesusilaan yang dilakukan oleh anak dan apa saja yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan pembuktian tersebut.

            Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dan jika dilihat dari tujuannya termasuk dalam penelitian hukum empiris, dengan pendekatan kualitatif. Lokasi Penelitian di Pengadilan Negeri Surakarta. Jenis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah melalui wawancara, observasi (pengamatan), dan melalui studi kepustakaan baik berupa buku-buku, peraturan perundang-undangan, dokumen-dokumen seperti berkas perkara, dan sebagainya. Analisis data dengan menggunakan analisis data kualitatif dan mempergunakan model analisis interaktif.

            Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa pelaksanaan pembuktian tindak pidana kesusilaan yang dilakukan oleh anak di Pengadilan Negeri Surakarta berpegang pada Pasal 184 ayat (1) KUHAP yaitu menggunakan alat-alat bukti yang sah menurut Undang-Undang yaitu, Keterangan Saksi, Keterangan Ahli, Surat, Petunjuk dan Keterangan Terdakwa. Proses pembuktian terhadap tindak pidana kesusilaan yang dilakukan oleh anak dimulai dengan menghadirkan saksi-saksi untuk dimintai keterangannya, selanjutnya alat bukti yang kedua yang dihadirkan dalam persidangan adalah surat, dan alat bukti yang terakhir yang dihadirkan adalah keterangan terdakwa. Hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan pembuktian adalah apabila keterangan saksi yang diberikan di persidangan antara satu dengan yang lain tidak bersesuaian, serta apabila keterangan yang diberikan oleh saksi dengan yang diberikan oleh terdakwa tidak saling bersesuaian.

            Implikasi teoritis penelitian ini adalah pembuktian terhadap kesalahan yang didakwakan kepada terdakwa dengan menggunakan alat-alat bukti yang sah menurut Undang-Undang, sedangkan implikasi praktisnya adalah penelitian ini dapat digunakan sebagai rujukan pelaksanaan pembuktian tindak pidana kesusilaan yang dilakukan oleh anak.

Kembali 

Copyright © 2006