~ ~
Pencarian Tugas Akhir :
.: Menu :.
   
.: Tugas Akhir Tiap Fakultas :.
   

KEDUDUKAN DAN PERANAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENYELENGGARAAN KAWASAN TERTIB DI KOTA SURAKARTA (35)
(E 0003249)
Hukum Tata Negara


ABSTRAK

 

NOVI RATNA YUNITASARI. E 0003249. KEDUDUKAN DAN PERANAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENYELENGGARAAN KAWASAN TERTIB DI KOTA SURAKARTA. FH UNS. Skripsi. 2007.

 

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan informasi mengenai kedudukan dan peranan dari Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surakarta dalam penyelenggaraan kawasan tertib di kota Surakarta disertai dengan mekanisme kerja dan hasil kerjanya selama ini serta hambatan-hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan tugasnya.

 

            Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan menjelaskan sesuatu hal seperti adanya dan apabila dilihat dari jenisnya termasuk penelitian hukum empiris atau nondoktrinal. Penelitian ini mengambil lokasi di Kantor Satpol PP. Jenis data yang dipergunakan meliputi data primer dan data sekunder. Sumber data primer itu diperoleh melalui wawancara dengan narasumber yang terkait, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari literatur-literatur yang terkait Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui studi lapangan dan studi kepustakaan. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan model interaktif.

 

            Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh hasil bahwa kedudukan Satpol PP sebagai perangkat daerah yang masuk ke dalam lembaga teknis daerah yang berbentuk kantor. Satpol PP mempunyai peran yang sangat besar dalam penyelenggaraan kawasan tertib. Peran Satpol PP itu diwujudkan dalam bentuk sosialisasi, penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat mengenai kawasan tertib. Hal ini dilakukan baik secara preemtif maupun preventif sampai penegakan hukum. Untuk dapat menjalankan peran tersebut, Satpol PP melakukan beberapa tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pelaporan. Dalam menjalankan peran tersebut, Satpol PP menemui beberapa hambatan yang mengakibatkan hasil kerjanya menjadi tidak optimal. Hambatan itu berasal dari dalam Satpol PP yaitu secara kualitas dan kuantitas personel Satpol PP, struktur organisasi Satpol PP dan sarana prasarana Satpol PP maupun hambatan dari luar Satpol PP yaitu kurangnya pemahaman masyarakat terhadap peraturan yang ada serta terbatasnya fasilitas kota. Untuk menangani  hambatan itu, maka dilakukan upaya dengan memaksimalkan kualitas, kuantitas personil serta sarana dan prasarana Satpol PP, pengaturan penduduk, memberikan pemahaman pentingnya peraturan yang ada kepada masyarakat, mengusulkan penambahan fasilitas kota.

 

            Dari hasil penelitian yang telah didapat tersebut dapat diketahui bahwa hasil kerja Satpol PP belum optimal. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya perubahan dalam cara kerja Satpol PP dan harus segera ada perbaikan sarana prasarana yang dibutuhkan termasuk penambahan jumlah personel Satpol PP.

Kembali 

Copyright © 2006