~ ~
Pencarian Tugas Akhir :
.: Menu :.
   
.: Tugas Akhir Tiap Fakultas :.
   

PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI DALAM SISTEM PELAYANAN PENERBITAN IJIN USAHA INDUSTRI DI KOTA SURAKARTA (171)
(E. 0003226)
Hukum Administrasi Negara


ABSTRAK

 

MARIA SANJAYA. E. 0003226. PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI DALAM SISTEM PELAYANAN PENERBITAN IJIN USAHA INDUSTRI DI KOTA SURAKARTA. Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulisan Hukum (Skripsi). 2007.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan reformasi birokrasi dalam sistem pelayanan penerbitan ijin usaha industri di Kota Surakarta, dan proses sistem pelayanan penebitan ijin usaha industri di Kota Surakarta, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan reformasi birokrasi dalam sistem pelayanan penerbitan ijin usaha industri di Kota Surakarta.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat deskriptif dengan jenis penelitian empiris. Jenis dan sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer, sekunder, dan tersier. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan  adalah dengan cara wawancara, dan identifikasi isi data-data sekunder hasil dari studi kepustakaan untuk mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa, Pertama, Pelaksanaan reformasi birokrasi dalam sistem pelayanan penerbitan ijin usaha industri di Kota Surakarta, berdasarkan Pasal 34 ayat (2) Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2003, telah berjalan baik. Hasil penelitian telah membuktikan rekapitulasi perusahaan industri kecil, menengah dan besar di Kota Surakarta, diperoleh hasil tahun 2004 sebesar 1.038 perusahaan, sedangkan  tahun 2006 mengalami kenaikan sebesar 1.113 perusahaan, sehingga terjadi peningkatan representatif sebesar 0,07%. Kalkulasi Jumlah Investasi mensuplai pendapatan daerah Kota Surakarta Rp 259.082.697.000,00 pada periode Tahun 2004, dengan periode Tahun 2006 sebesar Rp 401.562.498.000,00 terjadi peningkatan cukup signifikan sebesar 0,36%. Kedua, Proses sistem pelayanan penerbitan ijin usaha industri di Kota Surakarta harus melalui 4 tahapan, yaitu pengajuan ijin usaha, menerima Tanda Daftar Gudang (TDG), pembayaran retribusi, penerbitan Surat Ijin Usaha Industri (SIUI). Ketiga, Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan reformasi birokrasi dalam sistem pelayanan penerbitan ijin usaha industri di Kota Surakarta terbagi menjadi dua bagian :

a         Faktor-faktor yang mempengaruhi dampak positif kenaikan pemohon Surat Ijin Usaha Industri (SIUI) :

Sistem pelayanannya sederhana, durasi waktu tempuh hanya 4 (empat) hari. Sistem score dan tarif dasar memberikan transparansi dan pertanggungjawaban yang jelas. Semua proses perijinan ditangani oleh satu pihak Unit Pelayanan Terpadu (UPT). Akuntabilitas bank data industri merupakan ikon informasi bagi UPT di dalam melengkapi LPJ Walikota mengenai prospek pelayanan publik. Legalisasi SIUI akan menjamin pengusaha dan mendapatkan perlindungan hukum. Kejelasan status perusahaan akan berpengaruh terhadap kelangsungan operasional perusahaan.

b        Faktor-faktor yang mempengaruhi dampak negatif :

Status industri, pengusaha biasanya mendaftarkan perusahaannya hanya sebagian kecil yang mempunyai prospek cerah, sehingga negara dirugikan dari sektor retribusi. Pihak UPT mengalami kesulitan dalam pengawasan tentang kemajuan maupun kemunduran pihak pengusaha, karena pengusaha biasanya enggan untuk melaporkan hasil prestise perusahaan. Pihak UPT mengalami kesulitan di dalam sharing pertama mengenai proses perijinan SIUI mensyaratkan program ramah lingkungan, sedangkan kewenangan pada Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (BAPEDALDA).

 

Kembali 

Copyright © 2006