~ ~
Pencarian Tugas Akhir :
.: Menu :.
   
.: Tugas Akhir Tiap Fakultas :.
   

PELAKSANAAN HAK-HAK TERSANGKA PADA SAAT PENANGKAPAN/ PENAHANAN OLEH KEPOLISIAN SURAKARTA (160)
ARYO BHAWONO(E0099058)
Hukum Acara


ABSTRAK

 

Aryo Bhawono E0099058. PELAKSANAAN HAK-HAK TERSANGKA OLEH KEPOLISIAN SURAKARTA. Penulisan Hukum (Skripsi). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.2007.47 halaman

 

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan hak-hak tersangka oleh kepolisian Surakarta ketika terjadi penangkapan dan penahanan. Hak-hak tersangka berupa penjelasan hak dan penunjukan surat penangkapan merupakan pelaksanaan hak tersangka. Menurut KUHAP pemberitahuan ini tidak wajib akan tetapi  penunjukan surat penangkapan harus dilakukan. Merupakan penjelasan terhadap tersangka atas apa yang menimpa dirinya. Pelanggaran hak tersangka merupakan pelanggaran HAM sebagaimana diatur dalam KUHAP.

Penelitian ini merupakan penilitian sosiologis/empiris yang bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumberdata primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah anaslisis data kualitatif sebagai penjabaran data-data berdasarkan penelitian wawancara dan studi kepustakaan. Data yang diperoleh tadi disusun dan diolah sehingga menghasilkan kajian data yang diambil kesimpulan.

Dari penelitian dan analisis yang dilakukan penulis dapat menyimpulkan bahwa penyelidik dan penyidik kepolisian Surakarta telah memenuhi hak-hak tersangka ketika penangkapan terjadi. Dari  dua kali penangkapan dan satu kali penahanan yang dilakukan penjelasan mengenai duduk perkara dan penunjukan surat penangkapan telah dilakukan oleh kepolisian. Kasus yang diikuti oleh penulis tergolong kasus kecil. Usaha perlawanan dan melarikan diri tidak dilakukan oleh tersangka. respon yang dilakukan oleh tersangka memudahkan penyelidik dan penyidik untuk memenuhi prosedur pelaksanaan hak-hak tersangka. hak-hak tersangka dapat dipenuhi tanpa ada kesulitan. Berbeda dengan kasus yang sifatnya berat. Penolakan berbentuk perlawanan atau usaha melarikan diri menyusahkan penyelidik/ penyidik untuk melaksanakan hak-hak tersangka. Seringkali penyimpangan dilakukan oleh penyelidik/ penyidik untuk melindungi diri ataupun mencegah usaha melarikan diri.

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran yakni; agar kepolisian dapat memenuhi hak-hak tersangka/ terdakwa; meminimalisir penyimpangan pelaksanaan hak-hak tersangka. Walaupun dari hasil penelitian tidak ditemukan bahwa penyimpangan dilakukan, akan tetapi dari pengakuan penyelidik dan penyidik didapatkan bahwa penyimpangan dilakukan ketika terjadi kasus-kasus besar terjadi. Sehingga pemberian hak-hak tersangka saat penangkapan terkadang tidak diberikan sebagaimana mestinya karena faktor kondisi.

 

Kembali 

Copyright © 2006