~ ~
Pencarian Tugas Akhir :
.: Menu :.
   
.: Tugas Akhir Tiap Fakultas :.
   

PERTUKARAN MATA UANG (FOREIGN EXCHANGE) DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (88)
(E. 0002038)
Hukum dan Masyarakat


ABSTRAK

 

SITI RAHAYU, E. 0002038, PERTUKARAN MATA UANG (FOREIGN EXCHANGE) DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM, Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta, Penulisan Hukum (Skripsi), 2006.

         Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uang dan pertukaran mata uang (foreign exchange) dalam perspektif Hukum Islam.

         Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif yaitu penelitian dengan maksud untuk memberikan data seteliti mungkin tentang manusia, keadaan atau gejala-gejala lain. Melihat dari jenis penelitian ini termasuk penelitian hukum normatif atau doktinal dengan melakukan penelitian terhadap uang dalam realita perekonomian Islam. Penelitian ini menggunakan jenis data sekunder yaitu data atau informasi hasil penelahan bahan kepustakaan dengan bahan hukum primer yaitu Al Quran, Al Hadist, UU RI No. 3 Tahun 2004 tentang Bank Indonesia, UU RI No. 24 Tahun 1999 tentang Lalu Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar, Perjanjian Bretton Woods. Bahan hukum sekunder berupa pendapat para ulama, pandangan madzab-madzab, hasil penelitian serta literatur-literatur terkait. Bahan hukum tersier antara lain ensiklopedia Hukum Islam, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan penelitian kepustakan dan penelitian cyber media. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dengan model analisis isi (content analysis) yaitu melakukan pembacaan secara sistematis terhadap bahan hukum primer dalam penelitian hukum ini, kemudian melakukan identifikasi bagian-bagian yang mengandung variable-variable yang diteliti.

   Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa uang memiliki peranan yang sangat penting dalam semua aktivitas  manusia. Uang muncul karena sistem barter ternyata banyak menimbulkan kesukaran. Perbedaan sistem ekonomi yang berlaku akan memiliki pandangan yang berbeda mengenai uang. Dalam sistem ekonomi Islam uang bukan modal, uang adalah sesuatu yang mengalir serta merupakan barang publik. Islam melarang menumpuk uang serta tidak menggunakannya untuk kegiatan ekonomi (produksi). Fungsi utama uang adalah sebagai alat tukar dan pengukur nilai suatu barang maupun jasa. Uang dapat berupa logam maupun bukan logam tetapi harus berstandarkan pada logam mulia (emas) untuk menjaga kestabilan nilai uang. Guna mempermudah transaksi pembayaran internasional, Islam memperbolehkan pertukaran mata uang (sharf) dengan syarat untuk mata uang yang sejenis  berat timbangan atau nilai uang  harus sama sedangkan untuk mata uang yang tidak sejenis boleh suka sama suka tetapi harus secara kontan, serah terima dalam satu majelis, ada nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi berlangsung, serta tidak untuk spekulasi.

         Implikasi teoritis penelitian ini adalah menambah pewacanaan baru mengenai pertukaran mata uang (foreign exchange) dalam perspektif Hukum Islam, sedangkan implikasi praktis adalah hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pengambil kebijakan yang terkait dengan masalah penelitian ini.

Kembali 

Copyright © 2006